dapenpos
D A P E N P O S

Peluang dan Tantangan Pelindungan Data Pribadi dalam Transaksi di Era Digital

Peluang dan Tantangan Pelindungan Data Pribadi dalam Transaksi di Era Digital

Peluang dan Tantangan Pelindungan Data Pribadi dalam Transaksi di Era Digital

Oleh: Yudhi Octora

 

DAPENPOS.CO.ID, BANDUNG - OJK Institute menggelar webinar bertema "Peluang dan Tantangan Pelindungan Data Pribadi dalam Transaksi di Era Digital" pada hari Kamis, 30 Mei 2024, dari pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB melalui platform Zoom. Acara ini bertujuan untuk membahas berbagai aspek penting terkait pelindungan data pribadi di tengah perkembangan pesat transaksi digital.

 

Sambutan Pembukaan

Webinar dibuka dengan sambutan dari Bapak R Mohamad Nu'man Rizal, Direktur Pengembangan Karir SDM dan Program Eksternal OJK. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapan dalam menghadapi tantangan pelindungan data pribadi. "Di era digital ini, data pribadi menjadi aset yang sangat berharga. Oleh karena itu, kita perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana melindungi data tersebut agar dapat mencegah penyalahgunaan dan menjaga kepercayaan masyarakat," ujarnya.

 

Narasumber Webinar

Webinar ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:

1.      Hendri Sasmita (Ketua Tim Tata Kelola Perlindungan Data Pribadi Kominfo (tbc)) – Dalam paparannya, Hendri Sasmita menjelaskan tentang regulasi dan kebijakan terbaru yang diterapkan oleh pemerintah dalam melindungi data pribadi masyarakat. Beliau juga menyoroti peran penting tata kelola data yang baik dalam menjaga keamanan informasi di era digital.

 

2.      Danny Kobrata (Co-Founder Asosiasi Praktisi Pelindungan Data Indonesia (APPDI)) – Danny Kobrata membahas berbagai tantangan yang dihadapi praktisi pelindungan data di Indonesia. Beliau memberikan contoh kasus-kasus nyata tentang pelanggaran data pribadi dan langkah-langkah mitigasi yang bisa diambil. Selain itu, Danny juga berbagi pandangan mengenai peluang yang ada bagi para praktisi di bidang ini.

 

3.      Kurnia Sofia Rosyada (SVP/Group Head Enterprise Data Analytics Bank Mandiri) – Kurnia Sofia Rosyada memberikan perspektif dari sektor perbankan, khususnya mengenai bagaimana Bank Mandiri mengelola dan melindungi data nasabahnya. Beliau juga menjelaskan tentang peran analitik data dalam mengidentifikasi dan mencegah potensi ancaman terhadap data pribadi.

 

Moderator

Acara ini dipandu oleh Vera Bahasuan, seorang News Anchor dari Metro TV, yang dengan cakap memoderasi diskusi dan sesi tanya jawab. Keahlian Vera dalam memandu acara membuat diskusi berjalan lancar dan interaktif.

 

Peserta Webinar

Webinar ini diikuti oleh berbagai kalangan Pimpinan dan Pegawai OJK, Perwakilan Industri Jasa Keuangan, Akademisi dan Masyarakat Umum, termasuk karyawan Dapenpos. Sdr. Yudhi Octora, yang merupakan Staf Ahli Dirut sekaligus Web Admin Dapenpos, turut hadir dan berpartisipasi aktif dalam acara ini. Kehadirannya menunjukkan komitmen Dapenpos dalam memahami dan mengimplementasikan pelindungan data pribadi di lingkungan kerja mereka.

 

Tujuan

1.   Memberikan pemahaman mengenai pentingnya pelindungan data pribadi Masyarakat sehingga meningkatkan awareness Masyarakat;

2.   Memberikan pemahaman peserta bagaimana jenis kejahatan terhadap data pribadi dan kiat pencegahannya;

3.   Meningkatkan peran IJK dalam melakukan pelindungan data pribadi;

 

Ringkasan Materi Webinar

Latar Belakang

·      Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara informasi dan data didistribusikan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang memungkinkan distribusi informasi dan data secara cepat. Transaksi digital yang dilaksanakan secara online dan cepat juga mendorong adanya pertukaran secara instan dan membentuk kumpulan data yang besar dalam bentuk big data. Namun, pesatnya pertumbuhan dan pertukaran informasi melalui internet serta penggunaan teknologi informasi yang semakin canggih membuka peluang baru bagi peretas dan penjahat cyber untuk mengakses dan menyalahgunakan data pribadi masyarakat.

·      Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam beberapa tahun terakhir, marak terjadi kasus kebocoran data yang terjadi di berbagai institusi. Bahkan juga terjadi penyalahgunaan dan jual beli data melalui situs online misalnya penyalahgunaan data pribadi dalam transaksi elektronik (e-commerce), perbankan, industri perusahaan teknologi (fintech), perusahaan jasa angkutan online. Data konsumen dan masyarakat tersebut, dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan berbagai tindak kejahatan seperti penipuan, pembobolan rekening, pemerasan yang menyebabkan kerugian bagi pemiliknya.

·      Untuk melindungi data pribadi masyarakat, Pemerintah melakukan beberapa upaya salah satunya yaitu dengan mengeluarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Undang-undang tersebut mengatur bahwa orang perorangan termasuk yang melakukan kegiatan bisnis atau e-commerce di rumah dapat dikategorikan sebagai pengendali data pribadi sehingga ia bertanggung jawab secara hukum atas pemrosesan data pribadi yang diselenggarakannya dan memenuhi ketentuan yang ada dalam UU PDP. Konsep dan ketentuan mengenai pelindungan data pribadi itu sendiri bukanlah hal yang baru bagi sektor jasa keuangan, khususnya perbankan. Sebelum diundangkannya UU PDP, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 6/POJK.07/2022 yang mengatur mengenai kewajiban pelaku usaha memperoleh persetujuan konsumen untuk mengumpulkan dan memanfaatkan data pribadi konsumen.

·      Dikeluarkannya Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) diharapkan dapat menjamin hak dasar warga negara terkait pelindungan data diri pribadi. Selain pentingnya kesiapan industri dan ketegasan Pemerintah dalam menegakkan aturan, pemahaman yang tepat adalah kunci tercapainya tujuan utama dari pelindungan data pribadi. UU PDP kini mengatur dengan lebih seksama berbagai hal mengenai persetujuan yang harus diberikan konsumen sebagai subjek data pribadi kepada pihak pengendali sebagai pihak yang akan memanfaatkan data tersebut. Mengingat sanksi tegas serta akibat hukum yang ditimbulkannya jika terjadi pelanggaran, memahami bentuk persetujuan yang harus diperoleh dan syarat keabsahannya menjadi penting bagi para pelaku usaha. Terutama di sektor jasa keuangan yang amat mengandalkan tersedianya data konsumen yang tertata dengan baik dalam menjalankan kegiatan usahanya.

·      Dengan memperhatikan hal-hal di atas, maka pemahaman mengenai pengamanan dan pelindungan data pribadi sangat penting untuk diketahui oleh masyarakat. Selan itu, SDM SJK juga perlu dibekali dengan pemahaman yang memadai terkait urgensi pelindungan data ini sehingga IJK turut mengambil peran dalam menjadi keamaan dan kerahasiaan data konsumen. Oleh karena itu, perlu dilakukan diskusi dan pembahasan yang lebih komprehensif serta mendalam dalam bentuk webinar bersama narasumber ahli dalam bidangnya untuk membedah dan mengulas topik terkait dengan upaya-upaya pelindungan data pribadi.

 

Selama tiga jam, para narasumber membahas beberapa poin penting sebagai berikut:

·      Peluang dalam Pelindungan Data Pribadi: Ditekankan bahwa era digital membawa peluang besar bagi peningkatan pelindungan data pribadi melalui penggunaan teknologi canggih seperti enkripsi dan blockchain. Implementasi regulasi yang tepat juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap transaksi digital.

 

·      Tantangan yang Dihadapi: Beberapa tantangan utama yang dibahas meliputi meningkatnya ancaman siber, kesulitan dalam mengimplementasikan regulasi di berbagai sektor, dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pelindungan data pribadi.

 

·      Strategi dan Praktik Terbaik: Narasumber berbagi strategi dan praktik terbaik dalam pelindungan data pribadi, seperti penguatan tata kelola data, peningkatan edukasi dan kesadaran karyawan, serta penerapan teknologi pelindungan data yang mutakhir.

 

Penutup

Webinar diakhiri dengan sesi tanya jawab yang sangat interaktif, di mana para peserta dapat mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Bapak R Mohamad Nu'man Rizal menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para narasumber dan peserta yang telah berpartisipasi aktif.

 

Melalui webinar ini, OJK Institute berharap dapat terus meningkatkan kesadaran dan kemampuan para praktisi serta masyarakat dalam melindungi data pribadi mereka. Acara ini juga menegaskan komitmen OJK dalam mendukung pelindungan data pribadi di era digital yang terus berkembang.

Our Address

Jl. Tasikmalaya No. 1 Bandung 40271